PERAN TEKNOLGI
DALAM BIDANG PENDIDIKAN
Dalam inovasi pendidikan tidak bisa lepas dengan masalah metode, teknologi
serta sumber daya manusia yang kritis untuk bisa menghasilkan perubahan dalam
pendidikan. Yang paling diutamakan dalam pendidikan adalah bagaimana
menangani para sumber daya manusia dan metode pembelajaran dengan menggunakan
teknologi pembelajaran yang disediakan oleh pemerintah.
TEKNOLOGI
PENDIDIKAN
Disini ada dua bagian yaitu peralatan pelajar elektronik (computer,
multimedia, internet dan telekomunikasi) dan pembelajaran yang di desain,
metode dan strateginya diperlukan untuk membuat peralatan elektronik yang
efektif. Pelajaran elektronik ini mengubah cara mengkomunikasikan belajar. Jadi
teknologi pembelajaran adalah system pemikiran yang berlaku untuk insruksi dan
belajar.
Teknologi pendidikan satu yaitu mengarah
pada perangkat keras seperti proyektor, laboratium, computer (CD ROM, LCD, TV,
Video dan alat elektronik lainnya). Teknologi kini dapat mengotomatiskan
proses belajar mengajar dengan alat yang memancarkan, memperkuat suara,
mendistribusikan, merekam dan mereproduksi stimuli materialyang menjangkau
pendengar/ siswa dalam jumlah yang besar. Jadi teknologi satu ini efektif dan
efisien.
Teknologi pendidkan dua mengacu pada “perangkat lunak”
yaitu menekankan pentingnya bantuan kepada pengajaran. Terutama sekali dalam
kurikulum, dalam mengembangkan instruksional, metodelogi pengajaran dan
evaluasi.Jadi teknologi dua yang sekarang bermanfaat menyediakan keperluan
bagaimana merancang yang baru atau memperbarui pada pengalaman, bermanfaat pada
pengalaman belajar.Mesin dan mekanisme dipandang sebagai instrument presentasi
atau transmisi.
Teknologi ketiga yaitu kombinasi pendekatan dua teknologi yaitu
“perangkat keras” dan “perangkat lunak”. Teknologi pendidikan tiga, orientasi
utamanya yaitu kea rah pendekatan system dan sebagai alat meningkatkan manfaat
dari apa yang ada di sekitar. Teknologi pendidikan tiga dapat dikatakan sebagai
pendekatan pemecahan masalah, titik beratnya dalam orientasi diagnostic yang
menarik.
Dari ketiga macam teknologi di atas dapat dikatakan bahwa teknologi
pendidikan dalam konteks sebenarnya adalah tidak hanya mengacu pada perangkat
keras saja seperti yang umum dijadikan persepsi yang benar, namun juga meliputi
perangkat lunak dan perpaduan keduanya (perangkat keras dan lunak).
Agar perolehan peserta didik menjadi bermakna, pendidikan teknologi harus
dirancang dengan pendekatan pembelajaran yang mengutamakan kemampuan memecahkan
masalah, mampu berpikir alternative dan mampu menilai sendiri hasil karyanya.
MACAM-MACAM
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Dalam inovasi pendidikan tidak bisa lepas dengan
masalah revolusi metode, kurikulum yanh inovatif, teknologi serta SDM yang
kritis untuk bisa menghasilkan daya cipta dan hasil sekolah sebagai bentuk
perubahan pendidikan.Sekolah harus mempunyai orientasi bisnis pelanggan yang
memiliki daya saing global. Untuk itu ada 5 (lima) teknologi yang dapat
menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik yaitu :
1. Sistem berpikir
Setiap berpikir menjadikan kita untuk lebih hati-hati
dengan munculnya tiap metode di dunia pendidikan.Hal ini untuk mengantisipasi
terjadinya perubahan yang tidak kita inginkan. Tanpa sistem berpikir kita akan
sulit untuk mengadakan peningkatan riil di bidang pendidikan. Jadi sistem
berpikir menghadirkan konsep sistem yang umum.
2. Desain sistem
Desain sistem adalah teknologi merancang dan membangin
system yang baru.Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang cepat yang
memungkinkan harapan.Desain sistem memberi kita peralatan untuk menciptakan
suatu system yanag baru dan suatu strategi utnuk peubahan.
3. Kualitas Pengetahuan
Mutu atau kualitas pengetahuan merupakan teknologi
yang memproduksi suatu prosuk atau jasa/layanan yang sesuai harapan dan
pelanggan.Ilmu pengetahuan yang berkualitas telah menjadi alat yang sangat
berharga dalam inovasi pendidikan/sekolah.
4. Manajemen Perubahan
Manajemen perubahan adalah suatu cara untuk memandu
energy kreatif kea rah positif. Dapat juga diartikan system pemikiran yang
berlaku untuk aspek manajemen inovasi tentunya dengan berorientasi pada POAC (Perencanaan,
Organisasi, Aktualisasi dan Control)
5. Teknologi Pembelajaran
Disini ada dua bagian yaitu peralatan pelajar
elektronik (computer, multimedia, internet dan telekomunikasi) dan pembelajaran
yang di desain, metode dan strateginya diperlukan untuk membuat peralatan
elektronik yang efektif. Pelajaran elektronik ini mengubah cara
mengkomunikasikan belajar. Jadi teknologi pembelajaran adalah system pemikiran
yang berlaku untuk insruksi dan belajar.
Kelima teknologi tersebut suatu keterpaduan untuk
menuju inovasi pendidikan sehingga dalam pemecahan masalah pendidikan perlu
kombinasi peralatan/alat elektronik, orang-orang, proses, manajemen,
intelektual untuk perunbahan yang efektif.
PROSES
PEMBELAJARAN TEKNOLOGI DALAM BIDANG PENDIDIKAN
Learning to
know (belajar mengetahui)
Pendidikan pada
hakikatnya merupakan usaha untuk mencari agar mengetahui informasi yang
dibutuhkan dan berguna bagi kehidupan. Belajar untuk mengetahui (learning to
know) dalam prosesnya tidak sekedar mengetahui apa yang bermakna tetapi juga
sekaligus mengetahui apa yang tidak bermanfaat bagi kehidupannya. Untuk
mengimplementasikan “learning to know” (belajar untuk mengetahui), Guru harus
mampu menempatkan dirinya sebagai fasilitator. Di samping itu guru dituntut
untuk dapat berperan ganda sebagai kawan berdialog bagi siswanya dalam rangka
mengembangkan penguasaan pengetahuan siswa.
Learning to be
(belajar melakukan sesuatu)
Pendidikan juga
merupakan proses belajar untuk bisa melakukan sesuatu (learning to do). Proses
belajar menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif, peningkatan kompetensi,
serta pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai, sikap, penghargaan,
perasaan, serta kemauan untuk berbuat atau merespon suatu stimulus. Pendidikan
membekali manusia tidak sekedar untuk mengetahui, tetapi lebih jauh untuk
terampil berbuat atau mengerjakan sesuatu sehingga menghasilkan sesuatu yang
bermakna bagi kehidupan.Sekolah sebagai wadah masyarakat belajar seyogjanya
memfasilitasi siswanya untuk mengaktualisasikan keterampilan yang dimiliki,
serta bakat dan minatnya agar “Learning to do” (belajar untuk melakukan
sesuatu) dapat terrealisasi. Walau sesungguhnya bakat dan minat anak
dipengaruhi faktor keturunan namun tumbuh dan berkembangnya bakat dan minat
juga bergantung pada lingkungan. Seperti kita ketahui bersama bahwa
keterampilan merupakan sarana untuk menopang kehidupan seseorang bahkan
keterampilan lebih dominan daripada penguasaan pengetahuan semata
Learning to be
(belajar menjadi sesuatu)
Penguasaan
pengetahuan dan keterampilan merupakan bagian dari proses menjadi diri sendiri
(learning to be). Hali ini erat sekali kaitannya dengan bakat, minat,
perkembangan fisik, kejiwaan, tipologi pribadi anak serta kondisi
lingkungannya. Misal : bagi siswa yang agresif, akan menemukan jati dirinya
bila diberi kesempatan cukup luas untuk berkreasi. Dan sebaliknya bagi siswa
yang pasif, peran guru sebagai kompas penunjuk arah sekaligus menjadi
fasilitator sangat diperlukan untuk menumbuhkembangkan potensi diri siswa
secara utuh dan maksimal.
Menjadi diri
sendiri diartikan sebagai proses pemahaman terhadap kebutuhan dan jati diri.
Belajar berperilaku sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku di masyarakat,
belajar menjadi orang yang berhasil, sesungguhnya merupakan proses pencapaian
aktualisasi diri.
Learning to
live together (belajar hidup bersama)
pada pilar
keempat ini, kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan
menerima perlu dikembangkan disekolah. Kondisi seperti inilah yang memungkinkan
tumbuhnya sikap saling pengertian antar ras, suku, dan agama
Dengan kemampuan yang dimiliki, sebagai hasil dari proses pendidikan, dapat
dijadikan sebagai bekal untuk mampu berperan dalam lingkungan di mana individu
tersebut berada, dan sekaligus mampu menempatkan diri sesuai dengan perannya.
Pemahaman tentang peran diri dan orang lain dalam kelompok belajar merupakan
bekal dalam bersosialisasi di masyarakat (learning to live together).
Untuk itu semua, pendidikan di Indonesia harus diarahkan pada peningkatan
kualitas kemampuan intelektual dan profesional serta sikap, kepribadian dan
moral. Dengan kemampuan dan sikap manusia Indonesia yang demikian maka pada
gilirannya akan menjadikan masyarakat Indonesia masyarakat yang bermartabat di
mata masyarakat dunia.
ConversionConversion EmoticonEmoticon